Permainan Hantu

Awalnya aku tidak pernah mempercayai yang namanya mahluk halus namun saat aku memainkan hal ini, aku mempercayainya. Saat itu aku berusia 6 atau 7 tahun, usia bocah kelas 2 sd. Waktu itu aku baru saja pindah kerumah lamaku yang merupakan sebuah ruko 1 pintu dengan sebuah kamar dilantai 2. Karena saat itu ibuku sedang mengandung tua, beliau tidak dibolehkan untuk naik turun tangga makadari itu kamar dilantai 2 hanya ditempati olehku, ayahku menemani ibuku dibawah. Hari itu sama seperti hari sebelumnya, aku bersekolah dan bermain bersama teman-teman hingga saat waktu menunjukkan pukul 9 malam seorang temanku sebut saja Andi mengusulkan untuk memainkan sebuah permainan. Awalnya kami menolak usulan tersebut hingga entah siapa yang memulai, akhirnya permainanpun dimainkan. Andi mengambil dua buah lidi dan Indah mengambil sebuah lilin, Rendi mengambil penhapus dan aku meminjam korek ayahku. Kami bermain didepann rumahku tepat dibawah bunga kertas ibu yang baru tumbuh sepinggangku saat itu. Andi mengikat kedua lidi tersebut berbentuk salip lalu menancapkan penghapus yang dibawa Rendi menjadi kepalanya. Setelah selesai, Andi membakar lilin dan kami mulai bermain. Semua peserta memegang boneka yang telah dibuat lalu lagupun dinyanyikan secara berulang, "Jelangkung jelangset disini ada pesta, datang tak diundang pulang tak diantar." Entah mantranya yang salah atau kami yang tidak mengerti cara kerja permainannya boneka yang katanya akan memberat dan bergerak tak kunjung terasa perubahannya. Hari semakin larut kamipun memadamkan api dan kembali kerumah masing-masing. Selepas bebersih akupun diantar ayah untuk tidur dikamarku,setelah mengucapkan selamat malam ayahpun kembali turun ketempat ibuku. Namun hal yang tak pernahh kuduga terjadi setelahnya. Aku mendengar suara langkah kaki yang sangat pelan menaiki tangga, kukira ayahku kembali namun siapa sangka ternyata itu adalah seorang gadis berbaju putih agak kekuningan ia berdiri didepan pintu kamarku yang terbuka lalu berlari kearah tembok dan menghilang. sejak malam itu aku tidak pernah tidur dengan lampu kamar yang menyala dan pintu terbuka.

Komentar

Postingan Populer