Arumi | Cerpen Moral

  Luka itu terbuka lagi! Lagi dan lagi, tanpa ada yang tahu. Memendam semua rasa sakit. Memendam semua luapan kebencian itu didalam hati sendirian. Tanpa diketahui siapapun bersikap seolah-olah tak terjadi apa-apa, mungkin itu yang sering dilakukannya. Seolah-olah mati rasa dia tersenyum. Menyembunyikan segala luka, derita serta tangis yang dialaminya. Menumpuknya didalam relung hati suci terdalam. Kali ini dia terluka lagi, tanpa ada belas kasih mereka terus menusuknya, menusuk lebih dalam dan dalam lagi seakan-akan ingin dia mati dengan segala tusukan itu. Ntah apa yang dapat membuatnya dapat setegar itu. Lengkungan bibirnya tetap indah menampilkan senyuman, seolah-olah deritanya hanya ilusi semata.

  Arumi kabsyah, jiwa wonderwoman yang bersarang dalam tubuh gadis manis berbadan mungil. Gadis pendiam yang slalu memamerkan senyuman pada dunia seakan dia gadis paling bahagia. Cacian, makian, hinaan serta kekerasan menjadi makanan pokoknya. Gadis tangguh dari keluarga miskin itulah gelarnya. Hidup dengan segala masalah kehidupan sudah dialaminya sejak berusia 6tahun, ayahnya hanya seorang pengangguran dan ibunya sebagai buruh cuci ditambah 2 sosok malaikat kembar menjadi pelengkap keluarganya.  Pekerjaannya sehari-hari adalah membantu ibunya, ayahnya? Jangan ditanya, bahkan seluruh masyarakatpun tau kalau ayahnya seorang pemabuk dan penjudi berat.

  Tekanan kehidupan membuatnya mencari alternatif untuk membantu perekonomian keluarganya, setiap pagi sebelum berangkat sekolah rumi slalu mampir kerumah tetangganya nek mila yang berprofesi sebagai penjual kue. Rumi tau jika dia hanya mengandalkan hasil dari ibunya itu tidaklah cukup terlebih lagi ayahnya yang suka menghambur-hamburkan uang. Rumi meminta kerja sama dengan nek mila untuk berjualan disekolahnya dan menyetorkan hasilnya setelah pulang sekolah. Diawal penjualannannya rumi sering di hina dan dikatai tapi itu tidak membuatnya berhenti. Rumi terus berjualan bahkan nek mila dan kek rudi sudah memaksanya untuk berhenti tapi rumi tetap keukuh. Setelah menyerahkan hasil penjualannanya disekolah, rumi segera pulang kerumahnya mengganti bajunya lalu membantu ibunya menyikat kain yang masih direndamkan, setelahnya saat sore hari dia pergi kepabrik diujung bukit untuk bekerja sebagai karyawan. Semuanya dia lakukan hanya untuk ibunya, dia berjanji jika kelak suatu saat nanti dia menjadi orang sukses dia akan membahagiakan keluarganya dia akan mengubah derajat kedua orangtuanya.

  Segala beban kehidupan sudah dialaminya, dengan senyuman dia terus melangkah kedepan hingga sampailah dia pada bulan itu. Bulan dimana seluruh sumber kebahagiaan hidupnya dirampas. Langit sudah mulai gelap mataharipun sudah pulang kerumahnya. Namun halaman rumah itu masih dibanjiri ribuan warga, rumi pulang kerumahnya dengan senyuman dikedua tangannya  terdapat bungkusan besar, hari ini dia gajian jadi dia membelikan makanan enak untuk keluarganya. Dengan langkah ringan dia pulang, namun halaman rumahnya tampak ramai hatinya mulai kalut. Dengan kaki gemetar dia mendekati krumunan. setelah berhasil masuk kedalam krumunan warga bau amis darah berceceran langsung merasuk rongga pernafasannya serta mayat bertebaran menyambut matanya dia tau wajah itu, dia tau tubuh itu, dengan lunglai dia berjalan mendekat.
'Tidak tuhan tidak jangan sekarang' rancaunya bulir air membasahi pipi mulusnya dengan gemetar dia membalik tubuh wanita renta dihadapannya.

  lolongan kesedihan sudah membanjiri rumah duka itu semenjak seminggu yang lalu, gadis dengan balutan baju hitam itu meringkuk disudut ruangan. Semakin hari rumah tuanya semakin tampak menyedihkan, tidak ada lagi yang mengurusnya karna pemilik sudah dipanggil menghadap sang pencipta. Rumi bangun dari tidurnya, lagi-lagi dia ketiduran selepas menangis semalam, dengan lesu dia membersihkan diri bersiap-siap sekolah menjalani rutinitasnya kembali tanpa cahaya. Tidak ada lagi wejangan ibunya, tidak ada lagi keluh kesah adiknya, tidak ada lagi bentakan ayahnya rumi menjalani harinya dalam gelap. Tidak ada belas kasih warga dia hidup sebatang kara 

  setiap masa akan berganti karna dunia selalu berputar, rumi mulai menanamkan itu dalam dirinya. Semenjak keluarganya dibantai rumi diadopsi nek mila dan kek rudi menjadi cucuknya, sekarang dia sudah dewasa. Kini rumi seperti anak lainnya tumbuh besar dengan cantik, rambut gelombang hitam serta mata bersinarnya memiliki daya tarik tersendiri. Kini tidak ada lagi hinaan cemohan sekarang hanya ada pujian, rumi lagi-lagi memenangkan olimpiade yang membuat kampungnya bangga. Rumahnya lagi-lagi dibanjiri hadiah, orang-orang seakan lupa masa lalunya, mereka seakan lupa perbuatan mereka pada masa lalunya kini semua orang menyayanginya.

  Jika ada hal yang membuat rumi tersenyum itu pasti nek mila, jika ada hal yang membuat rumi tertawa itu pasti juga nek mila dan jika ada hal yang membuat rumi bahagia itu juga pasti nek mila. Nek mila dan kek rudi sudah seperti nenek dan kakeknya rumi sendiri. Hanya mereka yang peduli padanya, hanya mereka yang mengasihaninya. Kini saatnya dia membalas kebaikan mereka, rumi sudah lulus dari kuliahnya dia sudah diterima disuatu perusahaan besar. Sekarang dia tinggal memetik hasil usahanya selama ini. Dia akan mencari tau penyebab kematian keluarganya dan akan membahagiakan nek mila dan kek rudi pada masa tuanya sekarang.



Pesan moral :
Hargai setiap jerih upaya orang karna dunia terus berputar, bisa jadi saat ini kita diatas dan besok sudah dibawah.

    Setiap usaha tidak pernah menghianati hasil.

Komentar

  1. Wow keren bgt rell, bagus bgt ini menyentuh hati 😭. Kenapa ke gk jdi penulis aja kan keren tu klo ke jdi penulis, aku bisa beli bukunya 😅. Tapi satu kekurangan ya rell, tulisan ke masih berantakan terus masih ada typo nya, jadi mohon diperbaiki dan diperhatikan lagi 😁. Menurut aku ini idah keren cerpen ke menyentuh hati banget, aku aja Sampek nangis loh 😭😁👍🏻. Aku dukung ke

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huhuhu makasih udah mampir kemari lohh, terharu 😭 makasih juga buat dukungan, suport, dan kritik serta sarannya 🤗 iya ini cerita lama, sekarang masih berantakan juga sih tanda baca ku hehehe tapi nanti belajar lagi baru aku edit 🙈🐸 tapi maaciii banyak banyak tetap 🥰🥰

      Hapus

Posting Komentar

Postingan Populer